RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Muara Uya
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama
Kristen dan Budi Pekerti
Kelas /Semester : XII/Ganjil
Materi Pokok : Multikulturalisme
Tahun Pelajaran :
2022/2023
Alokasi Waktu :
3 JP (1 Pertemuan)
A. Kompetensi Inti:
|
No |
Kompetensi Inti |
|
1 |
menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya |
|
2 |
menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), santun,
responsif, dan pro-aktif sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia |
|
3 |
memahami, menerapkan, menganalisis dan
mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah |
|
4 |
mengolah,
menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan |
B.
Kompetensi Dasar
1.2 Mensyukuri pemberian Allah dalam kehidupan multikultur
2.2 mengembangkan sikap dan
perilaku yang menghargai dan menerima multikultur
3.2
Menganalisis nilai-nilai multikultur
4.2
Membuat proyek yang berkaitan dengan
kehidupan multikultur
C.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1.2.1
Mengakui anugerah Allah dalam kehidupan multikultur
2.2.1
Menunjukan
sikap yang mencerminkan
menghargai dan menerima
multikultur dalam kehidupan sehari-hari
3.2.1
Menjelaskan
pengertian multikulturalisme berdasarkan
KBBI
3.2.2
Menganalisis Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 :28, Kolose
3:11
3.2.3
Menganalisis Upaya masyarakat mewujudkan multikulturalisme di Indonesia
4.2.1
Menyusun
doa permohonan agar peserta didik
terpanggil untuk mempraktikkan kehidupan multukultur
D.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan
pembelajaran ini :
1.
Peserta
didik dapat
menyakini anugerah Allah dalam kehidupan Multikultur Dengan menyanyikan kidung jemaat No.393 “
Tuhan Betapa Banyaknya” untuk mengembangkan iman kepada Tuhan
2.
Peserta
didik dapat menerapkan sikap mencerminkan
menghargai dan menerima
multikultur dalam
kegiatan pembelajaran dikelas dengan penuh kedisiplinan
3.
Peserta didik dapat menjelaskan pengertian multikulturalisme berdasarkan
KBBI melalui pembelajaran di
dalam kelas
4.
Peserta didik dapat menganalisis multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3:28, Kolose 3:11 melalui
diskusi kelompok dikelas dengan
bertanggungjawab.
5.
Peserta didik dapat menganalisis upaya masyarakat mewujudkan
multikulturalisme di Indonesia melalui diskusi
kelompok di dalam kelas dengan santun
6.
Peserta
didik dapat menyusun doa permohonan agar tiap peserta didik terpanggil untuk
mempraktikan kehidupan
multikultur dalam masyarakat dengan benar
Fokus karakter
yang diharapkan : Disiplin, Santun, tanggungjawab
E.
Materi Pembelajaran
1.
Materi Reguler :
Pengetahuan Faktual:
·
Multikulturalisme Berdasarkan Alkitab Galatia 3 :28, Kolose 3:11
Pengetahuan
Konseptual :
·
Anugerah Allah dalam kehidupan Multikultural: Kidung
Jemaat No.393 “ Tuhan Betapa Banyaknya”
·
Sikap menghargai dan
menerima
multikultur
·
Pengertian multikulturalisme berdasarkan
KBBI
·
Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 :28, Kolose 3:11
·
Upaya
masyarakat mewujudkan multikulturalisme
di Indonesia
·
Menyusun
doa permohonan agar tiap peserta didik terpanggil untuk mempraktikan dalam kehidupan multikultur
2.
Materi Remedial
1)
Remidial
dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM maupun kepada
peserta didik yang sudah melampui KKM. Remidial terdiri atas dua bagian :
remedial karena belum mencapai KKM dan remedial karena belum mencapai
Kompetensi Dasar.
Guru
memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan Materi : multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 : 28, Kolose 3:11, Upaya
masyarakat mewujudkan multikulturalisme di Indonesia bagi peserta didik yang belum mencapai KKM
(Kriterian Ketuntasan Minimal).
3.
Materi
pembelajaran pengayaan
1)
Pengayaan
diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran
yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai KKM atau
mencapai Kompetensi Dasar.
2)
Pengayaan
dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta
didik.
3)
Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan
pengembangan lebih luas : Membuat karya berupa slogan
yang berisi ajakan pada peserta
didik dan masyarakat untuk menerima serta menghargai multikulturalisme
F. Metode
Pembelajaran
1.
Pendekatan : Scientific Learning
2.
Model
Pembelajaran : Discovery Learning
3.
Metode : Ceramah, Diskusi, Presentasi dan Tanya jawab
G. Media
Pembelajaran
1. Media/alat,Bahan
Pembelajaran
a.
Media
LCD projector,
b.
Laptop,
c.
Bahan
Tayang (ppt)
d.
Cermin
e.
Video
f.
Gambar
2.
Sumber Belajar
a.
Alkitab
b.
Kidung Jemaat
c.
Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan. Buku Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekerti kelas XII. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan
d. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan
Budi Pekerti kelas XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
e. Hidup Berdemokrasi Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekerti kelas XII SMA/SMK.Jakarata:BPK Gunung Mulia.
f. Internet
g. Sumber lain yang relevan
H.
Langkah-langkah
Pembelajaran
|
|
Waktu |
||||||||||||||
|
Kegiatan Pendahuluan Guru : ·
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa serta menyanyi
bersama yang dipimpin oleh peserta didik Kidung Jemaat no.393 “Tuhan betapa
Banyaknya” untuk memulai pembelajaran. ·
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin. ·
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik
dalam mengawali kegiatan pembelajaran. ·
Apersepsi guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya. ·
Guru memotivasi siswa Memberikan
gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari. ·
Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung. ·
Guru menyampaikan terkait teknik penilaian dalam pembelajaran. |
15 menit |
||||||||||||||
|
Kegiatan Inti
|
105 menit |
||||||||||||||
|
Kegiatan Penutup
|
15 menit |
J. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1.
Teknik Penilaian
a.
Penilaian sikap spritual
Observasi guru
b.
Penilaian Sikap Sosial
Observasi guru
c.
Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Tes Tertulis :Uraian/esai
d.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Praktik (Presentasi)
Proyek
2.
Instrumen Penilaian
Terlampir
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a.
Remedial
·
Remedial
dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM maupun kepada
peserta didik yang sudah melampui KKM. Remidial terdiri atas dua bagian :
remedial karena belum mencapai KKM dan remedial karena belum mencapai
Kompetensi Dasar
·
Guru
memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum
mencapai KKM (Kriterian Ketuntasan Minimal), sebagai berikut:
ª Peserta
didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh guru mengenai materi yang sama. Guru
akan melakukan penilaian kembali dengan soal yang sejenis. Remedial
dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan contoh: pada saat
jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran (30 menit
setelah jam pelajaran selesai).
b.
Pengayaan
·
Pengayaan
diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang
dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai KKM atau
mencapai Kompetensi Dasar.
·
Pengayaan
dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta
didik.
·
Direncanakan
berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan pengembangan lebih
luas:
Peserta
didik yang sudah menguasai materi diberikan
pengayaan yang telah
disiapkan oleh guru
berupa membuat karya berupa
slogan
yang berisi ajakan pada peserta
didik dan masyarakat untuk menerima serta menghargai multikulturalisme . Guru mencatat dan
memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan.
Muara uya, Oktober 2022
Guru
Mata Pelajaran
EVERTIN
OCTAVIANI
NIP 198510182010012017
PENGEMBANGAN
MATERI MULTIKULTURALISME
1. Multikultural
Merupakan Pemberian (Karunia) ALLAH
Multikulturalisme
bukan sesuatu yang baru ditemukan pada zaman ini tetapi telah terjadi sejak peristiwa menara Babel. Ketika
anak-anak Nuh mendirikan sebuah kota dengan menara sampai kelangit (Kejadian
11:4). Mereka tidak ingin diserakkan keseluruh bumi, tetapi Allah mengacaukanbalaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak mengerti
lagi bahasa masing-masing (Kejadian 11:6), sejak saat itu karena keberagaman
tersebut yang mengakibatkan mereka
diserakan Tuhan keseluruh bumi menurut bahasanya masing-masing (Kejadian 11:8).
berdasarkan hal tersebut Multikultural merupakan pemberian (Karunia) dari Tuhan
yang memperkaya kehidupan manusia. keadaan serupa dengan kepelbagaian dapat
ditemui di Indonesia yang memiliki bermacam suku bangsa,ras dan etnis dengan
budaya, bahasa, dan tradisi yang berbeda.walaupaun berbeda sampai kapanpun
Indonesia tetap satu dalam persaudaraan, itulah pemberian (karunia) Tuhan Yang
harus dijaga oleh bangsa Indonesia sebagai kekuatan besar dalam menghadapi
segala tantangan yang dihadapi bangsa. Meyakini kehidupan multikultur sebagai
pemberian (Karunia) Allah berarti menempatkan diri sejajar dengan orang lain
yang berbeda dengan dirinya dan menempatkan orang lain sama berarti dengan
dirinya sendiri.
Kidung
Jemaat No. 393 “TUHAN BETAPA BANYAKNYA”
1.
Tuhan
Betapa Banyaknya berkat yang Kau beri, Teristimewa rahmat-Mu dan hidup abadi
2.
Sanak
saudara dan teman Kau b’ri kepadaku,berkat terindah ialah kujadi anak-Mu
3.
Setiap
Hari Rahmat-Mu tiada Putusnya, Hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya
Reff:
Terima kasih ya Tuhanku, atas keselamatan ku, padaku Telah
kau beri hidup bahagia abadi
2. Pengertian Multikulturalisme berdasarkan KBBI
Multikultur
terdiri atas kata multi yang berarti banyak, lebih dari satu, kultural artinya
budaya atau kebudayaan. jadi multikultural dapat diartikan keragaman atau
perbedaan antara suatu kebudayaan dengan
kebudayaan dengan yang lainnya .
Berdasarkan
KBBI Multikulturalisme adalah gejala
pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan
lebih dari satu kebudayaan. jadi Multikulturalisme adalah istilah yang
digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di
dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap
adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam
kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan
politik yang mereka anut.
3.
Multikulturalisme
dalam Alkitab (Galatia 3 :28, Kolose 3:11)
Galatia 3:28; “Dalam hal ini tidak ada orang
Yahudi atau orang Yunani, Tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada
laki-laki atau perempuan, karena kamu
semua adalah satu di dalam Yesus
Kristus”. Pada ayat tersebut
tertulis semua manusia yang berasal dari berbagai suku, bangsa serta
kelas sosial dipersatukan di dalam
Kristus. Pada ayat tersebut Rasul Paulus menekankan Tidak
ada orang yahudi atau orang yunani tidak
ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu
semua adalah satu di dalam Kristus yesus. Berarti Rasul Paulus mengajarkan
untuk saling menghargai dan menerima perbedaan antara satu dengan yang lainnya/
menerima multikultur. Bagi
orang-orang non-Yahudi yang bertobat, iman itulah yang mempersatukan mereka
dalam Kristus. kaitannya teks ini dengan multikulturalisme yang sedang dibahas
dalam pelajaran ini yaitu yaitu Sikap Paulus merupakan dukungan terhadap adanya
keberagaman dalam jemaat Kristen mula-mula.
Kolose 3: 11 ;
“Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau
orang tak bersunat, orang barbar atau orang Skit, Budak atau orang
merdeka, tetapi Kristus adalah adalah semua dan di dalam segala sesuatu”. Ayat tersebut
lebih mempertegas lagi bahwa Kristus
adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Menjadi manusia baru dalam Kristus
berarti manusia yang tidak lagi melihat sesamanya dari perbedaan latar belakang
suku, bangsa, budaya, kelas sosial (kaya-miskin), pandangan hidup, kebiasaan
dan lain-lain. Menjadi manusia baru artinya orang beriman yang telah menerima keselamatan dalam Yesus
Kristus wajib menerima, menghargai, dan mengasihi sesamanya tanpa memandang
perbedaan yang ada.
4. Sikap
menghargai dan menerima multikultur
Bangsa
Indonesia adalah bangsa yang multikultur,
kita hidup berdasarkan latar
belakang suku, budaya, dan geografis yang berbeda-beda.kita harus mensyukuri
segala perbedaan yang ada dengan hidup saling menghargai dan menerima. Berikut
ini merupakan sikap menghargai dan
menerima mulktikulturalisme yaitu: Sikap Mau bergaul/ hidup berdampingan
dan yang terbuka serta membangun
Persaudaraan yang rukun, saling menghormati
terhadap semua orang yang berbeda
dari segi suku, budaya, bahasa, daerah asal maupun kebangsaan. Sikap menerima
perbedaan/ multikultur dapat menjadi kekayaan
yang membangun dan menekan semaksimal mungkin timbulnya konflik diantara
sesama manusia.
5. Upaya
masyarakat mewujudkan multikulturalisme
di Indonesia
Multikultural
secara substansi sebenarnya tidaklah terlalu asing bagi bangsa dan Negara
Indonesia. Para bapak bangsa telah menyadari keberagaman bangsa ini dan
kepelbagaian budaya yang pada satu sisi merupakan kekayaan yang patut disyukuri
namun pada sisi lain dapat menjadi sumber konflik. Oleh karena itu, mereka
mengikat berbagai perbedaan itu dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” artinya
berbeda-beda tetapi tetap satu. Prinsip Indonesia sebagai negara Bhinneka
Tunggal Ika mencerminkan meskipun Indonesia merupakan negara multikultural,
tetapi tetap terintegrasi dalam persatuan dan kesatuan. Indonesia merupakan
sebuah negara kesatuan dari banyak unsur. Kepelbagaian itu terlihat dari
keadaan geografisnya, berbagai latar belakang sosial-ekonomi, sosial-politis,
sosial-religius, sosial-budaya, dan lain sebagainya. Kepelbagaian suku,
bangsa, budaya, geografis, adat istiadat, kebiasaan, pandangan hidup maupun
agama dijamin oleh UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara. Berikut upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme
Indonesia Yaitu:
1)
Sikap
hidup berdampingan dan yang terbuka serta membangun Persaudaraan
yang rukun, saling menghormati terhadap
semua orang yang berbeda dari segi suku,
budaya, bahasa, daerah asal maupun kebangsaan
2)
Memberikan
bantuan kepada semua orang tanpa memandang daerah asal, budaya, adat
istiadat, kelas sosial, dan agama.
3)
Melakukan dialog dan kerja sama dengan umat beragama
lain, khususnya di bidang kemanusiaan dan keadilan, yang memberikan pelayanan
bagi semua orang tanpa memandang perbedaan, latar belakang budaya maupun agama,
serta kebangsaan maupun kelas sosial.
4)
Mengembangkan toleransi dalam hal solidaritas dan kebersamaan tanpa kehilangan identitas sebagai umat Kristiani.
5)
Menjalin
kemitraan dengan orang lain, baik itu
sesama orang Kristen maupun orang lain yang berbeda suku, bangsa, budaya, adat
istiadat, bahasa, kebiasaan, status sosial, maupun agama. Tidak ada seorang
manusia pun yang mampu melakukan berbagai hal sendirian. Dalam segala aspek kehidupan
kita membutuhkan orang lain untuk saling mengisi dan saling membantu.
6.
Menyusun doa
permohonan berkaitan dengan kehidupan multikultur
Doa
adalah persekutuan dengan Tuhan, bercakap-cakap atau berkomunikasi dengan
Tuhan. Doa merupakan berkat dan hak istimewa yang Tuhan anugerahkan kepada kita
orang yang percaya. Saat kita berdoa, kita menundukkan/ merendahkan hati kita,
memusatkan pikiran kita, dan kita berserah penuh pada belas kasih Tuhan. Dalam
doa kita memuji kebesaran dan keagungan Tuhan. Dalam doa kita mengakui semua
kesalahan dan dosa kita, dan didalam doa kita menaikan permohonan atau
permintaan kepada Tuhan, serta didalam doa merupakan rasa ucapan syukur kita
kepada Tuhan.
Alasan mengapa Kita Harus Berdoa
sebagai berikut :
1)
Tuhan
menghendaki agar kita berdoa (Efs 6:18, Luk 18:1).
Doa
bukanlah aturan atau juga kewajiban yang Tuhan bebankan kepada kita, melainkan
merupakan kehendak dan keinginan Tuhan agar kita berdoa. Jika doa merupakan
aturan yang harus dilakukan setiap orang percaya maka kita berdosa jika kita
tidak berdoa. Mengabaikan doa adalah kebodohan besar yang bias dilakukan orang
Kristen. Hal ini bukanlah soal dosa atau bukan, tapi merupakan kerugian besar
karena berkat rohani yang Tuhan sediakan kepada orang yang berdoa sangatlah besar.
2)
Agar
kita semakin mengenal Allah.
Kita
akan mengenal seseorang ketika kita berkomunikasi dengannya. Sama halnya dengan
doa, sebagai sarana kita membangun komunikasi dengan Tuhan, kita akan semakin
mengenal Tuhan, semakin bersandar pada-Nya dan semakin bergantung pada Tuhan.
3)
Karena
adanya kebutuhan (Yak.4:2).
Alasan
ini bukanlah yang terutama. Namun demikian, Tuhan memperbolehkan kepada kita
untuk meminta atau memohon sesuatu berkaitan dengan kebutuhan kita dalam doa.
Kita tidak harus malu meminta sesuatu kepada Tuhan melalui doa, asalkan
permintaan kita itu bukan untuk kepuasan kita. Yang harus kita ingat baik-baik
adalah ada tidaknya kebutuhan, kita harus berdoa.
4)
Berdoa
menunjukkan ketidakberdayaan kita dan kebergantungan kita pada kuasa Tuhan.
Ketika
kita berdoa dengan sungguh-sungguh, hati kita sedang mengharapkan belas kasih
Allah. Doa yang sejati hanya mungkin dipanjatkan oleh setiap orang yang
mengakui ketidak mampuan dirinya dan kesanggupan Allah dalam memberkatinya. Oleh sebab itu penting bagi peserta didik
dapat menyusun doa permohonan agar tiap peserta didik terpanggil
untuk mempraktikan kehidupan multikultur dalam masyarakat sebagai rasa ucapan syukurnya kepada Tuhan.
Dan dalam penyusunan doa harus memperhatikan
kriteria penilaian penyusunan doa yaitu
mengumpulkan tepat waktu,
penyusun doa dengan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, kesesuai isi
doa,doa dibuat 2 paragraf, kerapian penulisan doa.
Kesimpulan
Berdasarkan
KBBI Multikulturalisme adalah gejala
pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan
lebih dari satu kebudayaan. Jadi Multikulturalisme adalah istilah yang
digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di
dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap
adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam
kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan
politik yang mereka anut. Berdasarkan
Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia
3:28 , Kolose 3: 11 ; Pada Galatia 3 :
28 tertulis semua manusia yang berasal dari berbagai suku, bangsa serta
kelas sosial dipersatukan di dalam
Kristus. Pada ayat tersebut Rasul Paulus menekankan Tidak
ada orang yahudi atau orang yunani tidak
ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu
semua adalah satu di dalam Kristus yesus. Berarti Rasul Paulus mengajarkan
untuk saling menghargai dan menerima perbedaan antara satu dengan yang lainnya/
menerima multikultur. Kolose
3: 11 ; Ayat tersebut
lebih mempertegas lagi bahwa Kristus
adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Menjadi manusia baru dalam Kristus
berarti manusia yang tidak lagi melihat sesamanya dari perbedaan latar belakang
suku, bangsa, budaya, kelas sosial (kaya-miskin), pandangan hidup, kebiasaan
dan lain-lain. Menjadi manusia baru artinya orang beriman yang telah menerima keselamatan dalam Yesus
Kristus wajib menerima, menghargai, dan mengasihi sesamanya tanpa memandang
perbedaan yang ada. Multikulturalisme bukan sekadar pandangan hidup melainkan
cita-cita yang harus diperjuangkan demi terwujudnya keadilan dan perdamaian
bagi umat manusia.multikultur merupakan pemberian( Karunia Allah), oleh sebab
itu upaya yang harus dilakukan masyarakat Indonesia untuk mewujudkan sikap
menghargai dan menerima multikultur yaitu menunjukan sikap mau bergaul/ hidup
berdampingan dan yang terbuka serta
membangun Persaudaraan yang rukun terhadap semua orang yang berbeda dari segi suku, budaya, bahasa,
daerah asal maupun kebangsaan.
MEDIA PEMBELAJARAN MULTIKULTURALISME
Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan
Budi Pekerti
Kelas
XII
Materi pokok : Multikulturalisme
1. Perhatikan dan amatilah
Video tentang “ Kami Indonesia”
https://www.youtube.com/watch?v=TIKbhfaBrvs
2. Perhatikan dan amatilah Gambar dibawah ini!
Setelah
mengamati Video dan gambar
tersebut bagaimana tanggapan
anda?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI
Nama :
..............................................
Kelas : XII
Materi : MULTIKULTURALISME
Kompetensi Dasar
3.3
Menganalisis nilai-nilai multikultur
TUJUAN PEMBELAJARAN
7.
Peserta didik dapat menjelaskan pengertian multikulturalisme berdasarkan
KBBI melalui pembelajaran di
dalam kelas
8.
Butir soal: 1.
Jelaskan Pengertian Multikulturalisme Berdasarkan
KBBI? 2.
Analisislah
bagaimana multikulturalisme dalam Alkitab
berdasarkan Galatia 3 :28, Kolose
3:11 ? 3.
Analisislah bagaimana upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di
Indonesia? Jawaban
9.
Peserta didik dapat menganalisis upaya masyarakat mewujudkan
multikulturalisme di Indonesia melalui diskusi
kelompok di dalam kelas dengan santun
Petunjuk :
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini
dengan baik dan benar
LEMBAR KERJA
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI
Kelas : XII
Materi : MULTIKULTURALISME
Kompetensi Dasar
3.4
Menganalisis nilai-nilai multikultur
TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Peserta didik dapat menjelaskan pengertian multikulturalisme berdasarkan
KBBI melalui pembelajaran di
dalam kelas
2.
Peserta didik dapat menganalisis multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 :28, Kolose 3:11 melalui
diskusi kelompok dikelas dengan
bertanggungjawab.
3.
Petunjuk : 1.
Bacalah buku
siswa Bab 5, modul Bab 6 dan Alkitab 2.
Menjawab
pertanyaan-pertanyaan dengan berdiskusi dalam kelompok 3.
Membaca berbagai
referensi dan akses internet 4.
Presentasikan
hasil kerja di depan kelas
Berdiskusi Tentang: 1.
Pengertian Multikultural (Kelompok 1) 2.
Pengertian Multikulturalisme Berdasarkan KBBI (Kelompok 2) 3.
Multikultural sebagai Pemberian (Karunia) Allah (Kelompok 3) 4.
Multikulturalisme
dalam Alkitab berdasarkan Galatia 3 :28, Kolose 3:11 (kelompok 4) 5.
Upaya masyarakat mewujudkan
Multikulturalisme di Indonesia (Kelompok 5)
Selamat berdiskusi!!!
Kamu bisa-bisa-bisa..... Tuhan Yesus memberkati
Kelompok
:.................. Nama: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 5
Lampiran 1 Penilaian Spritual
Penilaian Observasi Sikap Spiritual
Nama Sekolah : ……………………………………….
Kelas : ……………………………………….
Tanggal Pengamatan : ……………………………………….
Sikap yang dinilai : menyakini anugerah Allah dalam
kehidupan Multikultur Dengan menyanyikan kidung jemaat No.393 “
Tuhan Betapa Banyaknya” untuk mengembangkan iman kepada Tuhan
|
No |
Nama |
Aspek Yang di Amati |
Jlh nilai |
|||||||||||
|
Sikap tubuh yang benar (posisi
duduk,berdiri ) |
Serius dalam membawakan lagu |
Tidak menganggu teman dalam
bernyanyi |
||||||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
|||
|
1 |
Anita |
|
|
v |
|
|
|
v |
|
|
|
v |
|
9 |
|
2 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan
:
|
Sangat baik 4 |
apabila selalu melakukan sesuai
aspek pengamatan |
|
Baik 3 |
apabila selalu melakukan sesuai
aspek pengamatan dan kadang-kadang tidak melakukan |
|
Cukup 2 |
apabila kadang-kadang melakukan
dan sering tidak melakukan |
|
Kurang 1 |
apabila tidak pernah melakukan aspek pengamatan |
Contoh : Nilai = 9 x 100 =75 12
Total Skor
Lampiran 2 : Penilaian Sikap Sosial
Penilaian Observasi
Sikap Sosial
Nama Sekolah : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Hari,
tanggal : …………………………………….
Aspek yang dinilai : Menghargai
Multikultur
|
No |
Nama |
Aspek Yang di Amati |
Jlh nilai |
|||||||||||
|
Menerima pendapat orang lain |
Bergaul
dengan orang lain tanpa
memandang perbedaan |
Bekerjasama dengan orang berbeda suku |
||||||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
|||
|
1 |
Anita |
|
|
v |
|
|
|
v |
|
|
|
v |
|
9 |
|
2 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan
:
|
Sangat baik 4 |
apabila selalu melakukan sesuai
aspek pengamatan |
|
Baik 3 |
apabila selalu melakukan sesuai
aspek pengamatan dan kadang-kadang tidak melakukan |
|
Cukup 2 |
apabila kadang-kadang melakukan
dan sering tidak melakukan |
|
Kurang 1 |
apabila tidak pernah melakukan aspek pengamatan |
Contoh : Nilai = 9 x 100 =75 12
Total Skor
LAMPIRAN
3 : Jurnal Sikap
Spritual
dan Sosial
Jurnal
Perkembangan
Sikap Spritual dan Sosial
Satuan Pendidikan :
....................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti
Kelas/ semester : XII/ Ganjil
Tahun Pelajaran : 2022/2023
|
No |
Waktu |
Nama Siswa |
Catatan Perilaku |
Butir Sikap |
Tindak Lanjut |
|
1 |
12/11/19 |
Anita |
Menghargai pendapat teman dalam kegiatan pembelajaran di
kelas |
Santun |
Mendapat Pujian |
|
2 |
12/11/19 |
Budi Santoso |
Tidak mengerjakan tugas kelompok dengan baik |
Tanggungjawab |
Dipanggil dan di nasehati guru |
|
3 |
12/11/19 |
Sintia |
meninggalkan ruang kelas tanpa izin saat proses pembelajaran
berlangsung |
Disiplin |
Dipanggil dan di nasehati guru |
|
4 |
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
7 |
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
Deskripsi
sikap Spiritual dan sosial
|
No |
Nama |
Deskripsi Nilai Sikap
Spiritual dan Sosial |
|
1 |
Anita |
Sikap Santun meningkat |
|
2 |
Budi |
Tanggung jawab perlu
bimbingan |
|
3 |
Sintia |
kedisiplinan perlu bimbingan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
LAMPIRAN 4 :Penilaian Pengetahuan
(Tes Tertulis)
Kisi-Kisi
TesTertulis /Uraian/Essai
Satuan Pendidikan :
..................................................................
Mata Pelajaran :
Pendidikan Agama Kristen
& Budi Pekerti
Kelas /Semester :
XII
/Ganjil
Tahun Pelajaran :
2022/2023
|
No |
KompetensiDasar |
Materi |
Indikator Soal |
BentukSoal |
JumlahSoal |
|
1 |
3.2 Menganalisis nilai-nilai Kristiani |
Pengertian Multikulturalisme berdasarkan KBBI |
Peserta didik dapat menjelaskan pengertian multikulturalisme |
Uraian |
3 |
|
|
|
Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 :28,
Kolose 3:11 |
Peserta didik menganalisis multikulturalisme dalam Alkitab
berdasarkan Galatia 3:28, Kolose 3:11 |
uraian |
|
|
|
|
upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia |
Peserta didik dapat menganalisis upaya masyarakat mewujudkan
Multikulturalisme di Indonesia |
Uraian |
|
Butir soal:
1.
Jelaskan Pengertian Multikulturalisme Berdasarkan KBBI ?
2.
Analisislah
bagaimana multikulturalisme dalam Alkitab
berdasarkan Galatia 3 :28, Kolose 3:11?
3.
Analisislah bagaimana upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia?
Kunci Jawaban
|
NO |
Kunci Jawaban |
Skor |
|
1 |
Pengertian multikulturalisme berdasarkan KBBI sebagai
berikut : Multikultur terdiri atas kata multi yang berarti banyak, lebih dari satu,
kultural artinya budaya atau kebudayaan. jadi multikultural dapat diartikan
keragaman atau perbedaan antara suatu
kebudayaan dengan kebudayaan dengan
yang lainnya . Berdasarkan KBBI Multikulturalisme
adalah gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh
kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan. jadi Multikulturalisme
adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang
ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan
tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural)
yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya,
kebiasaan, dan politik yang mereka anut. |
10 |
|
2 |
Analisis multikultural berdasarkan Galatia
3 :28, Kolose 3:11 sebagai
berikut: Galatia
3:28; “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, Tidak ada
hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena
kamu semua adalah satu di dalam Yesus Kristus”. Pada ayat
tersebut tertulis semua manusia yang
berasal dari berbagai suku, bangsa serta kelas sosial dipersatukan di dalam Kristus. Pada ayat
tersebut Rasul Paulus menekankan Tidak ada orang
yahudi atau orang yunani tidak ada
hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu
semua adalah satu di dalam Kristus yesus. Berarti Rasul Paulus mengajarkan
untuk saling menghargai dan menerima perbedaan antara satu dengan yang
lainnya/ menerima multikultur. Kolose 3: 11 ; “Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang barbar atau orang
Skit, Budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah adalah semua dan di
dalam segala sesuatu”. Ayat tersebut lebih mempertegas lagi bahwa Kristus adalah semua
dan di dalam segala sesuatu. Menjadi manusia baru dalam Kristus berarti
manusia yang tidak lagi melihat sesamanya dari perbedaan latar belakang suku,
bangsa, budaya, kelas sosial (kaya-miskin), pandangan hidup, kebiasaan dan
lain-lain. Menjadi manusia baru artinya orang beriman yang telah menerima keselamatan dalam Yesus
Kristus wajib menerima, menghargai, dan mengasihi sesamanya tanpa memandang
perbedaan yang ada. |
20 |
|
3 |
Upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia Yaitu: 6) Sikap hidup berdampingan dan yang terbuka serta membangun Persaudaraan
yang rukun, saling menghormati
terhadap semua orang yang
berbeda dari segi suku, budaya, bahasa, daerah asal maupun kebangsaan 7) Memberikan bantuan kepada semua
orang tanpa memandang daerah asal,
budaya, adat istiadat, kelas sosial, dan agama. 8) Melakukan dialog dan kerja sama
dengan umat beragama lain, khususnya di bidang kemanusiaan dan keadilan, yang
memberikan pelayanan bagi semua orang tanpa memandang perbedaan, latar
belakang budaya maupun agama, serta kebangsaan maupun kelas sosial. 9) Mengembangkan toleransi dalam hal solidaritas dan kebersamaan tanpa kehilangan identitas sebagai umat
Kristiani. 10) Menjalin kemitraan dengan orang
lain, baik itu sesama orang Kristen maupun orang lain yang berbeda suku,
bangsa, budaya, adat istiadat, bahasa, kebiasaan, status sosial, maupun
agama. Tidak ada seorang manusia pun yang mampu melakukan berbagai hal
sendirian. Dalam segala aspek kehidupan kita membutuhkan orang lain untuk
saling mengisi dan saling membantu. |
20 |
|
|
Total Skor Maksimum |
50 |
Pedoman penilaian:
LAMPIRAN
5 : Penilaian Keterampilan
Penilaian Keterampilan
Nama Sekolah : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Hari,
tanggal : …………………………………….
Materi pokok : ……………………………………
Aspek yang dinilai :
……………………………………
|
No |
Teknik |
Bentuk
Instrumen |
Contoh
Butir Instrumen |
Waktu
Pelaksanaan |
Keterangan |
|
1 |
Praktik |
Tugas
Presentasi |
Mempresentasikan
hasil diskusi tentang : 1)
Pengertian Multikultural (kelompok 1) 2)
Pengertian multikulturalisme
berdasarkan KBBI (kelompok 2) 3)
Multikultural merupakan pemberian (Karunia) Allah
(kelompok 3) 4)
Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3:28,
Kolose 3:11 (kelompok 4) 5)
Upaya
masyarakat mewujudkan
multikulturalisme di Indonesia (kelompok 5) |
Saat
pembelajaran berlangsung |
Penilaian
sebagai pencapaian tujuan pembelajaran |
Rubrik Penskoran Penilaian Presentasi
|
No |
Nama |
Aspek Yang di Amati |
Jlh nilai |
|||||||||||
|
Kemampuan menguasai materi presentasi |
Kemampuan mempresentasikan hasil diskusi |
Kemampuan menjawab pertanyaan |
||||||||||||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
|||
|
1 |
Anita |
|
|
v |
|
|
|
v |
|
|
|
v |
|
9 |
|
2 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan
:
|
Sangat baik 4 |
apabila selalu melakukan sesuai
aspek pengamatan |
|
Baik 3 |
apabila selalu melakukan sesuai
aspek pengamatan dan kadang-kadang tidak melakukan |
|
Cukup 2 |
apabila kadang-kadang melakukan
dan sering tidak melakukan |
|
Kurang 1 |
apabila tidak pernah melakukan aspek pengamatan |
Contoh : Nilai = 9 x 100 =75 12
Total Skor
Penilaian Keterampilan (Proyek)
Nama Peserta didik yang
dinilai : ……………………………………
Kelas : ……………………………………
Hari,
tanggal : …………………………………….
Materi pokok : ……………………………………
Kriteria Penilaian
penyusunan doa
permohonan agar terpanggil untuk mempraktikan kehidupan multukultur
|
NO |
Aspek yang dinilai |
NILAI |
|
1 |
Ketepatan waktu pengumpulan |
15 |
|
2 |
Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar |
15 |
|
3 |
Kesesuaian isi doa
permohonan agar terpanggil
untuk mempraktikkan kehidupan multukultur |
30 |
|
4 |
Doa sebanyak
2 paragraf |
20 |
|
5 |
Kerapian
penulisan doa |
20 |
|
|
JUMLAH |
100 |
LAMPIRAN
6 : Instrumen Remedial Dan Pengayaan
INSTRUMEN REMEDIAL
Satuan Pendidikan :
……………………………………
Mata Pelajaran :
Pendidikan Agama Kristen
& Budi Pekerti
Kelas /Semester :
XII
/Ganjil
Tahun Pelajaran :
2019/2020
Remidial
dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah
diajarkan pada peserta didik, nilai yang dicapai lidak memenuhi
KB (Ketulusan Belajar) yang telah
ditentukan.
|
No. |
Nama Peserta Didik |
KD |
Aspek |
Materi |
Indikator |
KB |
Bentuk Remedial |
Nilai |
|
|
Awal |
Remedial |
||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Format Pengayaan
Satuan Pendidikan :
.........................................................
Mata Pelajaran :
Pendidikan Agama Kristen
& Budi Pekerti
Kelas /Semester :
XII/Ganjil
Tahun Pelajaran :
2019/2020
Pengayaan
dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada
peserta didik, nilai yang dicapai melampaui KB (Ketulusan
Belajar) yang telah ditentukan.
|
No |
Nama Peserta Didik |
KD |
Aspek |
Materi |
Indikator |
KB |
Bentuk Pengayaan |
Nilai |
|
|
Awal |
Pengayaan |
||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|