Halaman

Senin, 19 September 2022

RPP PAK DAN BP KELAS XII BAB 5 " MULTIKULTURALISME"

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Satuan Pendidikan    : SMK Negeri 1 Muara Uya

Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

Kelas /Semester         : XII/Ganjil

Materi Pokok            : Multikulturalisme

Tahun Pelajaran       : 2022/2023

Alokasi Waktu           : 3 JP (1 Pertemuan)

 

A.    Kompetensi Inti:

No

Kompetensi Inti

1

menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

2

menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

3

memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4

mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

 

 

 

 

B.     Kompetensi Dasar

1.2  Mensyukuri pemberian Allah dalam kehidupan multikultur

2.2  mengembangkan sikap dan perilaku yang menghargai dan menerima multikultur

3.2  Menganalisis nilai-nilai multikultur

4.2  Membuat proyek yang berkaitan dengan kehidupan multikultur

C.    Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

1.2.1        Mengakui   anugerah Allah  dalam kehidupan  multikultur  

2.2.1        Menunjukan sikap yang  mencerminkan menghargai dan menerima multikultur dalam kehidupan sehari-hari

3.2.1        Menjelaskan pengertian  multikulturalisme berdasarkan KBBI

3.2.2        Menganalisis Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 :28, Kolose 3:11

3.2.3        Menganalisis  Upaya masyarakat   mewujudkan multikulturalisme di Indonesia

4.2.1        Menyusun doa permohonan agar peserta didik  terpanggil untuk mempraktikkan kehidupan multukultur

D.    TUJUAN PEMBELAJARAN

 Melalui kegiatan pembelajaran ini  :

1.      Peserta didik dapat menyakini  anugerah Allah dalam kehidupan Multikultur Dengan menyanyikan kidung jemaat No.393 “ Tuhan Betapa Banyaknya” untuk mengembangkan iman  kepada Tuhan

2.      Peserta didik  dapat menerapkan sikap mencerminkan menghargai dan menerima multikultur   dalam  kegiatan pembelajaran dikelas dengan penuh kedisiplinan

3.      Peserta didik dapat menjelaskan  pengertian  multikulturalisme  berdasarkan  KBBI  melalui pembelajaran di dalam  kelas

4.      Peserta didik  dapat  menganalisis  multikulturalisme dalam Alkitab  Galatia 3:28,  Kolose 3:11 melalui diskusi kelompok  dikelas dengan bertanggungjawab.

5.      Peserta didik dapat menganalisis  upaya masyarakat mewujudkan multikulturalisme di Indonesia melalui diskusi kelompok di dalam kelas dengan santun

6.      Peserta didik dapat menyusun doa permohonan agar tiap peserta didik terpanggil untuk mempraktikan kehidupan multikultur dalam masyarakat dengan benar

Fokus  karakter yang diharapkan : Disiplin, Santun, tanggungjawab

E.     Materi Pembelajaran

1.      Materi Reguler :

Pengetahuan Faktual:

·         Multikulturalisme Berdasarkan  Alkitab  Galatia 3 :28, Kolose 3:11

Pengetahuan  Konseptual :

·         Anugerah Allah dalam kehidupan Multikultural: Kidung Jemaat No.393 “ Tuhan Betapa Banyaknya”

·         Sikap menghargai dan menerima multikultur  

·         Pengertian  multikulturalisme berdasarkan KBBI

·         Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 :28, Kolose 3:11

·         Upaya masyarakat   mewujudkan multikulturalisme di Indonesia

·         Menyusun doa permohonan agar tiap peserta didik terpanggil untuk mempraktikan dalam  kehidupan multikultur

2.       Materi  Remedial

1)     Remidial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM maupun kepada peserta didik yang sudah melampui KKM. Remidial terdiri atas dua bagian : remedial karena belum mencapai KKM dan remedial karena belum mencapai Kompetensi Dasar.

Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan Materi : multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 : 28, Kolose 3:11, Upaya masyarakat mewujudkan multikulturalisme di Indonesia  bagi peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriterian Ketuntasan Minimal).

3.      Materi pembelajaran pengayaan

1)      Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai KKM atau mencapai Kompetensi Dasar.

2)      Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta didik.

3)      Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan pengembangan lebih luas : Membuat  karya berupa  slogan  yang berisi ajakan pada  peserta didik dan masyarakat untuk menerima serta menghargai multikulturalisme

F.     Metode Pembelajaran

1.      Pendekatan                 :  Scientific Learning

2.      Model Pembelajaran   :  Discovery Learning

3.      Metode                        :  Ceramah, Diskusi, Presentasi dan Tanya jawab

G.    Media Pembelajaran

1.      Media/alat,Bahan Pembelajaran

a.       Media LCD projector,

b.      Laptop,

c.       Bahan Tayang (ppt)

d.      Cermin

e.       Video

f.       Gambar

2.      Sumber Belajar

a.       Alkitab

b.      Kidung Jemaat

c.       Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas  XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

d.      Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas  XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

e.       Hidup Berdemokrasi Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas XII SMA/SMK.Jakarata:BPK Gunung Mulia.

f.       Internet

g.      Sumber lain yang relevan

 

 

 

 

H.    Langkah-langkah Pembelajaran

 

Waktu

Kegiatan Pendahuluan

Guru :

·         Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa serta menyanyi bersama yang dipimpin oleh peserta didik Kidung Jemaat no.393 “Tuhan betapa Banyaknya” untuk  memulai pembelajaran.

·         Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.

·         Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

·         Apersepsi guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya.

·         Guru memotivasi siswa  Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.

·         Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung.

·         Guru menyampaikan terkait teknik penilaian dalam pembelajaran.

15

menit

Kegiatan Inti

Sintak

Model Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Pemberian Rangsangan (Stimulation)

·         Peserta didik dibagi kedalam kelompok

·         Guru mengajak peserta didik  menyanyikan lagu “Hitam Atau Putih”

·         Guru meminta 2 peserta didik  (1 laki-laki dan 1 perempuan) untuk melihat sendiri dicermin, dan kemudian  saling tanya jawab apakah diantara mereka ada   memiliki   perbedaan?

·         Peserta didik  menyebutkan perbedaan apa saja   yang terdapat dalam masyarakat yang multikultur

·         Guru menyajikan atau  menampilkan  video dan gambar

·         Peserta didik mengamati  video  “Kami Indonesia” https://www.youtube.com/watch?v=TIKbhfaBrvs  dan gambar yang disajikan oleh guru   tentang multikultur.

 

·         Peserta didik Membaca (Literasi) tentang   Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 :28, Kolose 3:11

Pernyataan/Identifikasi Masalah (Problem Statemen)

·         Peserta didik diminta untuk memberi komentar/ tanggapan apa yang dipahami  tentang multikulturalisme  itu sendiri, berdasarkan gambar/video yang  yang telah di amati oleh peserta didik.

Pengumpulan data (Data Collection)

·         Guru membimbing peserta didik melakukan pengumpulan  data/informasi (pengetahuan, konsep, teori)

·         Masing-masing kelompok dibagikan tugas yang berbeda untuk didiskusikan atau dikerjakan :

Kelompok 1

Pengertian Multikultural

Kelompok 2

Pengertian multikulturalisme berdasarkan KBBI

Kelompok 3

Multikultural sebagai pemberian (Karunia)  Allah

Kelompok 4

Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 :28, Kolose 3:11

Kelompok 5

Upaya masyarakat   mewujudkan multikulturalisme di Indonesia

·         Saling berdiskusi atau tukar informasi dalam kelompok  masing-masing tentang masalah yang dibahas tersebut.

Mengolah data (Data Processing)

·          Membimbing peserta didik  melakukan kegiatan mengolah data melalui diskusi kelompok untuk menyelesaikan tugas yang dibahas.

Pembuktian (Verifikasi data)

·         Membimbing peserta didik yang sudah siap untuk mempresentasikan hasil  kerja kelompok

·         Memberikan tanggapan dan masukan apabila diperlukan.

Menarik kesimpulan (Generalization)

·         Membimbing Peserta didik untuk menyusun kesimpulan terhadap hasil diskusi dan membimbing siswa memahami tentang bagaimana  seharusnya menjalankan  multikulturalisme dalam kehidupan.

·         Guru dan peserta didik membuat rangkuman atau simpulan terhadap materi yang di bahas kelompok 1 s.d  kelompok 5.

105

menit

Kegiatan Penutup

  • Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
  • Guru memberikan evaluasi (Post Test) dan menyuruh siswa secara individu untuk mengerjakannya.
  • Guru menugaskan peserta didik  untuk menyusun doa yang berkaitan tentang kehidupan multikulturalisme.
  • Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
  • Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa penutup.

15

menit

 

J. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 

1.      Teknik Penilaian

a.      Penilaian sikap spritual

Observasi guru

b.      Penilaian Sikap Sosial

Observasi guru

c.       Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Tes Tertulis :Uraian/esai

d.      Penilaian Kompetensi Keterampilan

Praktik (Presentasi)

Proyek

2.      Instrumen Penilaian

Terlampir

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

a.      Remedial

·         Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM maupun kepada peserta didik yang sudah melampui KKM. Remidial terdiri atas dua bagian : remedial karena belum mencapai KKM dan remedial karena belum mencapai Kompetensi Dasar

·         Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriterian Ketuntasan Minimal), sebagai berikut:

ª  Peserta didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh guru mengenai materi  yang sama. Guru akan melakukan penilaian kembali dengan soal yang sejenis. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan contoh: pada saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran (30 menit setelah jam pelajaran selesai).

 

 

b.      Pengayaan

·         Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai KKM atau mencapai Kompetensi Dasar.

·         Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta didik.

·         Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan pengembangan lebih luas:

Peserta didik yang sudah menguasai materi diberikan pengayaan yang telah  disiapkan  oleh  guru  berupa membuat  karya berupa slogan  yang berisi ajakan pada  peserta didik dan masyarakat untuk menerima serta menghargai multikulturalisme . Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan.

                                                                                             

          Muara uya,      Oktober 2022

 

                                          Guru Mata Pelajaran

 

 

                        EVERTIN OCTAVIANI

                            NIP 198510182010012017

 

 


 

                       


 

PENGEMBANGAN MATERI  MULTIKULTURALISME

1.      Multikultural Merupakan  Pemberian (Karunia) ALLAH

Multikulturalisme bukan sesuatu yang baru ditemukan pada zaman ini tetapi telah terjadi  sejak peristiwa menara Babel. Ketika anak-anak Nuh mendirikan sebuah kota dengan menara sampai kelangit (Kejadian 11:4). Mereka tidak ingin diserakkan keseluruh bumi, tetapi  Allah mengacaukanbalaukan  bahasa mereka sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing (Kejadian 11:6), sejak saat itu karena keberagaman tersebut yang mengakibatkan  mereka diserakan Tuhan keseluruh bumi menurut bahasanya masing-masing (Kejadian 11:8). berdasarkan hal tersebut Multikultural merupakan pemberian (Karunia) dari Tuhan yang memperkaya kehidupan manusia. keadaan serupa dengan kepelbagaian dapat ditemui di Indonesia yang memiliki bermacam suku bangsa,ras dan etnis dengan budaya, bahasa, dan tradisi yang berbeda.walaupaun berbeda sampai kapanpun Indonesia tetap satu dalam persaudaraan, itulah pemberian (karunia) Tuhan Yang harus dijaga oleh bangsa Indonesia sebagai kekuatan besar dalam menghadapi segala tantangan yang dihadapi bangsa. Meyakini kehidupan multikultur sebagai pemberian (Karunia) Allah berarti menempatkan diri sejajar dengan orang lain yang berbeda dengan dirinya dan menempatkan orang lain sama berarti dengan dirinya sendiri.

 

Kidung Jemaat No. 393  “TUHAN BETAPA BANYAKNYA”

 

1.      Tuhan Betapa Banyaknya berkat yang Kau beri, Teristimewa rahmat-Mu dan hidup abadi

2.      Sanak saudara dan teman Kau b’ri kepadaku,berkat terindah ialah kujadi anak-Mu

3.      Setiap Hari Rahmat-Mu tiada Putusnya, Hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya

 

Reff:

Terima kasih ya  Tuhanku, atas keselamatan ku, padaku Telah kau beri hidup bahagia abadi

2.      Pengertian  Multikulturalisme berdasarkan KBBI

Multikultur terdiri atas kata multi yang berarti banyak, lebih dari satu, kultural artinya budaya atau kebudayaan. jadi multikultural dapat diartikan keragaman atau perbedaan  antara suatu kebudayaan dengan kebudayaan  dengan yang lainnya .

Berdasarkan  KBBI Multikulturalisme adalah gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan. jadi Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

3.      Multikulturalisme dalam Alkitab (Galatia 3 :28, Kolose 3:11)

Galatia 3:28; “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, Tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu  semua adalah satu di dalam  Yesus Kristus”. Pada ayat tersebut  tertulis semua manusia yang berasal dari berbagai suku, bangsa serta kelas sosial  dipersatukan di dalam Kristus. Pada ayat tersebut Rasul Paulus menekankan Tidak ada orang yahudi  atau orang yunani tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus yesus. Berarti Rasul Paulus mengajarkan untuk saling menghargai dan menerima perbedaan antara satu dengan yang lainnya/ menerima multikultur.  Bagi orang-orang non-Yahudi yang bertobat, iman itulah yang mempersatukan mereka dalam Kristus. kaitannya teks ini dengan multikulturalisme yang sedang dibahas dalam pelajaran ini yaitu yaitu Sikap Paulus merupakan dukungan terhadap adanya keberagaman dalam jemaat Kristen mula-mula.

Kolose  3: 11 ; “Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang  bersunat atau  orang tak bersunat, orang barbar atau orang Skit, Budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah adalah semua dan di dalam segala sesuatu”. Ayat tersebut lebih  mempertegas lagi bahwa Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Menjadi manusia baru dalam Kristus berarti manusia yang tidak lagi melihat sesamanya dari perbedaan latar belakang suku, bangsa, budaya, kelas sosial (kaya-miskin), pandangan hidup, kebiasaan dan lain-lain. Menjadi manusia baru artinya orang beriman  yang telah menerima keselamatan dalam Yesus Kristus wajib menerima, menghargai, dan mengasihi sesamanya tanpa memandang perbedaan yang ada.

4.      Sikap menghargai dan menerima multikultur 

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultur,  kita hidup  berdasarkan latar belakang suku, budaya, dan geografis yang berbeda-beda.kita harus mensyukuri segala perbedaan yang ada dengan hidup saling menghargai dan menerima. Berikut ini  merupakan sikap menghargai dan menerima  mulktikulturalisme  yaitu: Sikap Mau bergaul/ hidup berdampingan dan  yang terbuka serta membangun Persaudaraan yang rukun, saling menghormati  terhadap semua orang  yang berbeda dari segi suku, budaya, bahasa, daerah asal maupun kebangsaan. Sikap menerima perbedaan/ multikultur dapat menjadi kekayaan  yang membangun dan menekan semaksimal mungkin timbulnya konflik diantara sesama manusia.

5.      Upaya masyarakat   mewujudkan multikulturalisme di Indonesia

Multikultural secara substansi sebenarnya tidaklah terlalu asing bagi bangsa dan Negara Indonesia. Para bapak bangsa telah menyadari keberagaman bangsa ini dan kepelbagaian budaya yang pada satu sisi merupakan kekayaan yang patut disyukuri namun pada sisi lain dapat menjadi sumber konflik. Oleh karena itu, mereka mengikat berbagai perbedaan itu dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Prinsip Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan meskipun Indonesia merupakan negara multikultural, tetapi tetap terintegrasi dalam persatuan dan kesatuan. Indonesia merupakan sebuah negara kesatuan dari banyak unsur. Kepelbagaian itu terlihat dari keadaan geografisnya, berbagai latar belakang sosial-ekonomi, sosial-politis, sosial-religius, sosial-budaya, dan lain sebagainya. Kepelbagaian suku, bangsa, budaya, geografis, adat istiadat, kebiasaan, pandangan hidup maupun agama dijamin oleh UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara.  Berikut upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme Indonesia Yaitu:

1)      Sikap  hidup berdampingan dan  yang terbuka serta membangun Persaudaraan yang rukun, saling menghormati  terhadap semua orang  yang berbeda dari segi suku, budaya, bahasa, daerah asal maupun kebangsaan

2)      Memberikan bantuan  kepada semua orang  tanpa memandang daerah asal, budaya, adat istiadat, kelas sosial, dan agama.

3)      Melakukan  dialog dan kerja sama dengan umat beragama lain, khususnya di bidang kemanusiaan dan keadilan, yang memberikan pelayanan bagi semua orang tanpa memandang perbedaan, latar belakang budaya maupun agama, serta kebangsaan maupun kelas sosial.

4)       Mengembangkan toleransi dalam  hal solidaritas dan kebersamaan  tanpa kehilangan identitas sebagai umat Kristiani.

5)      Menjalin  kemitraan dengan orang lain, baik itu sesama orang Kristen maupun orang lain yang berbeda suku, bangsa, budaya, adat istiadat, bahasa, kebiasaan, status sosial, maupun agama. Tidak ada seorang manusia pun yang mampu melakukan berbagai hal sendirian. Dalam segala aspek kehidupan kita membutuhkan orang lain untuk saling mengisi dan saling membantu.

6.      Menyusun doa permohonan berkaitan dengan kehidupan multikultur

Doa adalah persekutuan dengan Tuhan, bercakap-cakap atau berkomunikasi dengan Tuhan. Doa merupakan berkat dan hak istimewa yang Tuhan anugerahkan kepada kita orang yang percaya. Saat kita berdoa, kita menundukkan/ merendahkan hati kita, memusatkan pikiran kita, dan kita berserah penuh pada belas kasih Tuhan. Dalam doa kita memuji kebesaran dan keagungan Tuhan. Dalam doa kita mengakui semua kesalahan dan dosa kita, dan didalam doa kita menaikan permohonan atau permintaan kepada Tuhan, serta didalam doa merupakan rasa ucapan syukur kita kepada Tuhan.

Alasan mengapa Kita Harus Berdoa sebagai berikut :

1)      Tuhan menghendaki agar kita berdoa (Efs 6:18, Luk 18:1).

Doa bukanlah aturan atau juga kewajiban yang Tuhan bebankan kepada kita, melainkan merupakan kehendak dan keinginan Tuhan agar kita berdoa. Jika doa merupakan aturan yang harus dilakukan setiap orang percaya maka kita berdosa jika kita tidak berdoa. Mengabaikan doa adalah kebodohan besar yang bias dilakukan orang Kristen. Hal ini bukanlah soal dosa atau bukan, tapi merupakan kerugian besar karena berkat rohani yang Tuhan sediakan kepada orang yang berdoa sangatlah besar.

2)      Agar kita semakin mengenal Allah.

Kita akan mengenal seseorang ketika kita berkomunikasi dengannya. Sama halnya dengan doa, sebagai sarana kita membangun komunikasi dengan Tuhan, kita akan semakin mengenal Tuhan, semakin bersandar pada-Nya dan semakin bergantung pada Tuhan.

3)      Karena adanya kebutuhan (Yak.4:2).

Alasan ini bukanlah yang terutama. Namun demikian, Tuhan memperbolehkan kepada kita untuk meminta atau memohon sesuatu berkaitan dengan kebutuhan kita dalam doa. Kita tidak harus malu meminta sesuatu kepada Tuhan melalui doa, asalkan permintaan kita itu bukan untuk kepuasan kita. Yang harus kita ingat baik-baik adalah ada tidaknya kebutuhan, kita harus berdoa.

4)      Berdoa menunjukkan ketidakberdayaan kita dan kebergantungan kita pada kuasa Tuhan.

Ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, hati kita sedang mengharapkan belas kasih Allah. Doa yang sejati hanya mungkin dipanjatkan oleh setiap orang yang mengakui ketidak mampuan dirinya dan kesanggupan Allah dalam memberkatinya.  Oleh sebab itu penting bagi peserta didik dapat menyusun doa  permohonan agar tiap peserta didik terpanggil untuk mempraktikan kehidupan multikultur dalam masyarakat  sebagai rasa ucapan syukurnya kepada Tuhan. Dan  dalam penyusunan doa harus memperhatikan kriteria penilaian penyusunan doa yaitu  mengumpulkan tepat waktu,  penyusun doa dengan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, kesesuai isi doa,doa dibuat 2 paragraf, kerapian penulisan doa.

Kesimpulan

Berdasarkan  KBBI Multikulturalisme adalah gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan. Jadi Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka  anut. Berdasarkan Multikulturalisme dalam Alkitab  Galatia 3:28 , Kolose 3: 11 ; Pada Galatia 3 : 28 tertulis semua manusia yang berasal dari berbagai suku, bangsa serta kelas sosial  dipersatukan di dalam Kristus. Pada ayat tersebut Rasul Paulus menekankan Tidak ada orang yahudi  atau orang yunani tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus yesus. Berarti Rasul Paulus mengajarkan untuk saling menghargai dan menerima perbedaan antara satu dengan yang lainnya/ menerima multikultur. Kolose  3: 11 ; Ayat tersebut lebih  mempertegas lagi bahwa Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Menjadi manusia baru dalam Kristus berarti manusia yang tidak lagi melihat sesamanya dari perbedaan latar belakang suku, bangsa, budaya, kelas sosial (kaya-miskin), pandangan hidup, kebiasaan dan lain-lain. Menjadi manusia baru artinya orang beriman  yang telah menerima keselamatan dalam Yesus Kristus wajib menerima, menghargai, dan mengasihi sesamanya tanpa memandang perbedaan yang ada. Multikulturalisme bukan sekadar pandangan hidup melainkan cita-cita yang harus diperjuangkan demi terwujudnya keadilan dan perdamaian bagi umat manusia.multikultur merupakan pemberian( Karunia Allah), oleh sebab itu upaya yang harus dilakukan masyarakat Indonesia untuk mewujudkan sikap menghargai dan menerima multikultur yaitu menunjukan sikap mau bergaul/ hidup berdampingan dan  yang terbuka serta membangun Persaudaraan yang rukun terhadap semua orang  yang berbeda dari segi suku, budaya, bahasa, daerah asal maupun kebangsaan.


 

MEDIA PEMBELAJARAN MULTIKULTURALISME

 




 


Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti

Kelas  XII

Materi pokok : Multikulturalisme

1.    Perhatikan dan amatilah Video tentang “ Kami Indonesia”

 https://www.youtube.com/watch?v=TIKbhfaBrvs

 

2.    Perhatikan dan amatilah  Gambar dibawah  ini!

 

Setelah mengamati  Video dan  gambar  tersebut  bagaimana  tanggapan  anda?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI

Nama              : ..............................................

Kelas               : XII

Materi             : MULTIKULTURALISME

 

Kompetensi Dasar

3.3  Menganalisis nilai-nilai multikultur

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

7.      Peserta didik dapat menjelaskan  pengertian  multikulturalisme  berdasarkan  KBBI  melalui pembelajaran di dalam  kelas

8.     

Butir soal:

1.      Jelaskan Pengertian Multikulturalisme Berdasarkan KBBI?

2.      Analisislah bagaimana  multikulturalisme dalam Alkitab berdasarkan  Galatia 3 :28, Kolose 3:11 ?

3.      Analisislah bagaimana upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia?

 

Jawaban

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta didik  dapat  menganalisis  multikulturalisme dalam Alkitab  Galatia 3 :28, Kolose 3:11  melalui diskusi kelompok  dikelas dengan bertanggungjawab.

9.      Peserta didik dapat menganalisis  upaya masyarakat mewujudkan multikulturalisme di Indonesia melalui diskusi kelompok di dalam kelas dengan santun

Petunjuk :

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar

LEMBAR KERJA

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI

Kelas               : XII

Materi             : MULTIKULTURALISME

 

Kompetensi Dasar

3.4  Menganalisis nilai-nilai multikultur

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

1.      Peserta didik dapat menjelaskan  pengertian  multikulturalisme  berdasarkan  KBBI  melalui pembelajaran di dalam  kelas

2.      Peserta didik  dapat  menganalisis  multikulturalisme dalam Alkitab  Galatia 3 :28, Kolose 3:11 melalui diskusi kelompok  dikelas dengan bertanggungjawab.

3.     

Petunjuk :

1.      Bacalah buku siswa Bab 5, modul Bab 6  dan Alkitab

2.      Menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan berdiskusi dalam kelompok

3.      Membaca berbagai referensi dan akses internet

4.      Presentasikan hasil kerja di depan kelas

Peserta didik dapat menganalisis  upaya masyarakat mewujudkan multikulturalisme di Indonesia melalui diskusi kelompok di dalam kelas dengan santun

 

 

 

 

 

Berdiskusi Tentang:

 

1.      Pengertian Multikultural  (Kelompok 1)

2.      Pengertian  Multikulturalisme Berdasarkan KBBI  (Kelompok 2)

3.      Multikultural sebagai Pemberian (Karunia) Allah  (Kelompok 3)

4.      Multikulturalisme dalam Alkitab  berdasarkan  Galatia 3 :28, Kolose 3:11  (kelompok 4)

5.      Upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia (Kelompok 5)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Selamat berdiskusi!!!

Kamu bisa-bisa-bisa..... Tuhan Yesus memberkati

LEMBAR JAWABAN DISKUSI

 

 

Kelompok :..................

Nama:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

 

5

 

 


 


Lampiran 1 Penilaian Spritual

Penilaian  Observasi  Sikap Spiritual

Nama Sekolah                   : ……………………………………….

Kelas                                 : ……………………………………….

Tanggal Pengamatan         : ……………………………………….

   Sikap yang dinilai             : menyakini  anugerah Allah dalam kehidupan Multikultur Dengan menyanyikan kidung jemaat No.393 “ Tuhan Betapa Banyaknya” untuk mengembangkan iman  kepada Tuhan

 No

Nama

Aspek Yang di Amati

Jlh nilai

Sikap tubuh yang benar (posisi duduk,berdiri )

Serius dalam membawakan lagu

Tidak menganggu teman dalam bernyanyi

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Anita

 

 

v

 

 

 

v

 

 

 

v

 

9

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

Sangat baik

4

apabila selalu melakukan sesuai aspek pengamatan

Baik

3

apabila selalu melakukan sesuai aspek pengamatan dan kadang-kadang tidak melakukan

Cukup

2

apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

Kurang

1

apabila tidak pernah  melakukan aspek pengamatan

 

Contoh : Nilai = 9 x 100 =75

12

 

  Nilai = Jumlah skor x 100

               Total Skor


Lampiran 2 : Penilaian Sikap Sosial

Penilaian  Observasi  Sikap Sosial

Nama Sekolah                               : ……………………………………

Kelas                                             : ……………………………………

Hari, tanggal                                 : …………………………………….

Aspek yang dinilai                        : Menghargai Multikultur

 

No

Nama

Aspek Yang di Amati

Jlh nilai

Menerima pendapat orang lain

Bergaul  dengan orang lain  tanpa memandang perbedaan

Bekerjasama dengan  orang berbeda suku

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Anita

 

 

v

 

 

 

v

 

 

 

v

 

9

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

Sangat baik

4

apabila selalu melakukan sesuai aspek pengamatan

Baik

3

apabila selalu melakukan sesuai aspek pengamatan dan kadang-kadang tidak melakukan

Cukup

2

apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

Kurang

1

apabila tidak pernah  melakukan aspek pengamatan

 

 

Contoh : Nilai = 9 x 100 =75

12

 

 Nilai = Jumlah skor x 100

                  Total Skor


LAMPIRAN 3 : Jurnal Sikap Spritual dan Sosial

Jurnal Perkembangan Sikap Spritual dan  Sosial

Satuan Pendidikan                        : ....................................................................

Mata Pelajaran                  :  Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti

Kelas/ semester                 : XII/ Ganjil

Tahun Pelajaran                 :  2022/2023

No

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Tindak

Lanjut

1

12/11/19

Anita

Menghargai pendapat teman dalam kegiatan pembelajaran di kelas

Santun

Mendapat Pujian

2

12/11/19

Budi Santoso

Tidak mengerjakan tugas kelompok dengan baik

Tanggungjawab

Dipanggil dan di nasehati guru

3

12/11/19

Sintia

meninggalkan ruang kelas tanpa izin saat proses pembelajaran berlangsung

Disiplin

Dipanggil dan di nasehati guru

 

4

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Deskripsi sikap Spiritual dan sosial

No

Nama

Deskripsi Nilai Sikap Spiritual dan Sosial

1

Anita

Sikap Santun  meningkat

2

Budi

Tanggung jawab perlu bimbingan

3

Sintia

kedisiplinan perlu bimbingan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

LAMPIRAN 4  :Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis)

 

Kisi-Kisi TesTertulis /Uraian/Essai

 

Satuan Pendidikan    : ..................................................................

Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen  & Budi Pekerti

Kelas /Semester         : XII /Ganjil

Tahun Pelajaran       : 2022/2023

No

KompetensiDasar

Materi

Indikator Soal

BentukSoal

JumlahSoal

1

3.2  Menganalisis nilai-nilai Kristiani

Pengertian Multikulturalisme berdasarkan KBBI

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian multikulturalisme

Uraian

3

 

 

Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3 :28, Kolose 3:11

Peserta didik menganalisis multikulturalisme dalam Alkitab berdasarkan  Galatia 3:28, Kolose 3:11

uraian

 

 

 

 

 

 

upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia

Peserta didik dapat menganalisis upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia

Uraian

 

 

Butir soal:

1.      Jelaskan Pengertian Multikulturalisme Berdasarkan KBBI ?

2.      Analisislah bagaimana  multikulturalisme dalam Alkitab berdasarkan  Galatia 3 :28, Kolose 3:11?  

3.      Analisislah bagaimana upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia?

 

 

 

 

Kunci Jawaban

NO

Kunci Jawaban

Skor

1

Pengertian  multikulturalisme berdasarkan KBBI sebagai berikut :

Multikultur terdiri atas kata multi yang berarti banyak, lebih dari satu, kultural artinya budaya atau kebudayaan. jadi multikultural dapat diartikan keragaman atau perbedaan  antara suatu kebudayaan dengan kebudayaan  dengan yang lainnya .

Berdasarkan  KBBI Multikulturalisme adalah gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan. jadi Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

 

10

2

 Analisis multikultural berdasarkan  Galatia 3 :28, Kolose 3:11  sebagai berikut:

 Galatia 3:28; “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, Tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu  semua adalah satu di dalam  Yesus Kristus”. Pada ayat tersebut  tertulis semua manusia yang berasal dari berbagai suku, bangsa serta kelas sosial  dipersatukan di dalam Kristus. Pada ayat tersebut Rasul Paulus menekankan Tidak ada orang yahudi  atau orang yunani tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus yesus. Berarti Rasul Paulus mengajarkan untuk saling menghargai dan menerima perbedaan antara satu dengan yang lainnya/ menerima multikultur. 

Kolose  3: 11 ; “Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang  bersunat atau  orang tak bersunat, orang barbar atau orang Skit, Budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah adalah semua dan di dalam segala sesuatu”. Ayat tersebut lebih  mempertegas lagi bahwa Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Menjadi manusia baru dalam Kristus berarti manusia yang tidak lagi melihat sesamanya dari perbedaan latar belakang suku, bangsa, budaya, kelas sosial (kaya-miskin), pandangan hidup, kebiasaan dan lain-lain. Menjadi manusia baru artinya orang beriman  yang telah menerima keselamatan dalam Yesus Kristus wajib menerima, menghargai, dan mengasihi sesamanya tanpa memandang perbedaan yang ada.

20

3

Upaya masyarakat mewujudkan Multikulturalisme di Indonesia Yaitu:

6)      Sikap  hidup berdampingan dan  yang terbuka serta membangun Persaudaraan yang rukun, saling menghormati  terhadap semua orang  yang berbeda dari segi suku, budaya, bahasa, daerah asal maupun kebangsaan

7)      Memberikan bantuan  kepada semua orang  tanpa memandang daerah asal, budaya, adat istiadat, kelas sosial, dan agama.

8)      Melakukan  dialog dan kerja sama dengan umat beragama lain, khususnya di bidang kemanusiaan dan keadilan, yang memberikan pelayanan bagi semua orang tanpa memandang perbedaan, latar belakang budaya maupun agama, serta kebangsaan maupun kelas sosial.

9)       Mengembangkan toleransi dalam  hal solidaritas dan kebersamaan  tanpa kehilangan identitas sebagai umat Kristiani.

10)  Menjalin  kemitraan dengan orang lain, baik itu sesama orang Kristen maupun orang lain yang berbeda suku, bangsa, budaya, adat istiadat, bahasa, kebiasaan, status sosial, maupun agama. Tidak ada seorang manusia pun yang mampu melakukan berbagai hal sendirian. Dalam segala aspek kehidupan kita membutuhkan orang lain untuk saling mengisi dan saling membantu.

20

 

Total Skor Maksimum

50

 

Pedoman penilaian:


LAMPIRAN 5 : Penilaian Keterampilan

Penilaian  Keterampilan

 

Nama Sekolah                               : ……………………………………

Kelas                                             : ……………………………………

Hari, tanggal                                 : …………………………………….

Materi pokok                                 : ……………………………………

Aspek yang dinilai                        : ……………………………………

 

No

Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh Butir Instrumen

Waktu Pelaksanaan

Keterangan

1

Praktik

Tugas Presentasi

Mempresentasikan hasil diskusi tentang :

1)      Pengertian Multikultural (kelompok 1)

2)      Pengertian  multikulturalisme berdasarkan KBBI

(kelompok 2)

3)      Multikultural merupakan pemberian (Karunia) Allah (kelompok 3)

4)      Multikulturalisme dalam Alkitab Galatia 3:28, Kolose 3:11 (kelompok 4)

5)      Upaya masyarakat   mewujudkan multikulturalisme di Indonesia (kelompok 5)

 

Saat pembelajaran berlangsung

Penilaian sebagai pencapaian tujuan pembelajaran

 

 


 

Rubrik Penskoran Penilaian Presentasi

No

Nama

Aspek Yang di Amati

Jlh nilai

Kemampuan menguasai materi presentasi

Kemampuan mempresentasikan hasil diskusi

Kemampuan menjawab pertanyaan

 

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Anita

 

 

v

 

 

 

v

 

 

 

v

 

9

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :

Sangat baik

4

apabila selalu melakukan sesuai aspek pengamatan

Baik

3

apabila selalu melakukan sesuai aspek pengamatan dan kadang-kadang tidak melakukan

Cukup

2

apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan

Kurang

1

apabila tidak pernah  melakukan aspek pengamatan

 

 

Contoh : Nilai = 9 x 100 =75

12

 

 Nilai = Jumlah skor x 100

                  Total Skor


 

Penilaian  Keterampilan (Proyek)

Nama Peserta didik yang dinilai   : ……………………………………

Kelas                                             : ……………………………………

Hari, tanggal                                 : …………………………………….

Materi pokok                                 : ……………………………………

 

Kriteria Penilaian  penyusunan doa permohonan agar terpanggil untuk mempraktikan kehidupan multukultur

 

NO

Aspek yang dinilai

NILAI

1

Ketepatan waktu pengumpulan

15

2

Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar

15

3

Kesesuaian  isi doa  permohonan agar  terpanggil untuk mempraktikkan kehidupan multukultur

30

4

Doa sebanyak  2  paragraf

20

5

Kerapian  penulisan doa

20

 

JUMLAH

100

 


 

LAMPIRAN 6  : Instrumen Remedial Dan Pengayaan

INSTRUMEN REMEDIAL

 

Satuan Pendidikan    : ……………………………………

Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen  & Budi Pekerti

Kelas /Semester         : XII /Ganjil

Tahun Pelajaran       : 2019/2020

 

Remidial dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik, nilai yang dicapai lidak  memenuhi  KB (Ketulusan  Belajar) yang  telah  ditentukan.

 

 

 

No.

 

Nama Peserta Didik

 

 

KD

 

 

Aspek

 

 

Materi

 

 

Indikator

 

 

KB

 

 

Bentuk

Remedial

 

Nilai

Awal

Remedial

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Format Pengayaan

 

Satuan Pendidikan    : .........................................................

Mata Pelajaran          : Pendidikan Agama Kristen  & Budi Pekerti

Kelas /Semester         : XII/Ganjil

Tahun Pelajaran       : 2019/2020

 

Pengayaan   dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi  yang telah diajarkan  pada  peserta  didik, nilai   yang dicapai melampaui KB (Ketulusan Belajar) yang telah ditentukan.

 

No

 

Nama Peserta Didik

 

KD

 

Aspek

 

Materi

 

Indikator

 

KB

 

Bentuk  Pengayaan

 

Nilai

Awal

Pengayaan